Aceh Utara,jejakkini.com – Ratusan petani di Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini belum dapat kembali menggarap lahan pertanian mereka akibat dampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Material tanah dan lumpur yang terbawa arus banjir menimbun areal persawahan serta menyumbat saluran irigasi, sehingga pasokan air ke sawah terhenti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, luas areal persawahan di Gampong Teungoh mencapai sekitar 64 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare mengalami kerusakan berat dan kerusakan sedang. Kondisi tersebut membuat sebagian besar petani gagal memulai musim tanam karena lahan tidak dapat diolah.
Sekretaris Desa Gampong Teungoh, Khairul, mengatakan bahwa penyebab utama para petani belum bisa turun ke sawah adalah tersumbatnya saluran irigasi oleh material banjir.

“Akibat saluran irigasi tersumbat, air tidak bisa dipasok ke areal persawahan. Kami mewakili para petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera melakukan penanganan agar masyarakat dapat kembali bercocok tanam,” ujar Khairul.

Ia menjelaskan, meskipun sebagian saluran irigasi telah direhabilitasi, pekerjaan tersebut baru mampu mengairi sekitar 40 hektare lahan.

Sementara itu, masih terdapat areal persawahan yang belum dapat memperoleh pasokan air secara maksimal sehingga belum bisa dimanfaatkan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga Gampong Teungoh menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Akibat tertundanya musim tanam, para petani terancam kehilangan sumber pendapatan dan dikhawatirkan akan memengaruhi produksi pangan di wilayah tersebut.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait segera melakukan normalisasi saluran irigasi serta membersihkan material tanah yang masih menimbun lahan persawahan. Langkah cepat dinilai sangat penting agar musim tanam tidak kembali tertunda dan produktivitas pertanian dapat pulih.