EMPAT LAWANG, jejakkini.com – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Ulu Musi, Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, terganggu akibat sulitnya mendapatkan air bersih, Senin 27/7/2026.
Sekolah yang baru saja menempati gedung baru pada Januari 2026 lalu ini, hingga kini masih mengandalkan sumber air terbatas. Saat musim kemarau, PAM/ledeng tidak mengalir maksimal, sehingga siswa dan guru kesulitan untuk kebutuhan MCK, wudhu, dan cuci tangan.
Kepala Sekolah SDN 1 Ulu Musi, Yeni Farida mengatakan, kebutuhan air bersih untuk 232 siswa sangat mendesak. Dari data sarana, sekolah memiliki 3 toilet siswa yang kondisinya sudah rusak ringan.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pihak perusahaan perkebunan yang ada di sekitar Ulu Musi. Untuk mandi dan cuci tangan saja kami harus hemat. Kadang siswa harus membawa air dari rumah,” ujarnya.
Pihak komite sekolah pun meminta agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Ulu Musi, seperti PT Galempa Sejahtera Bersama (GSB) dan PT First Resources yang lahannya berada di wilaya Kecamatan Ulumusu, dapat mesalurkan untuk pembangunan sumur bor dan penampungan air bersih di sekolah SDN 1 Ulumusi.
“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Cukup sumur bor yang layak dan tower air. Ini untuk kepentingan anak-anak kami agar bisa belajar dengan nyaman dan sehat. Selama ini masyarakat sudah menyerahkan lahan, sudah selayaknya CSR kembali untuk pendidikan,” kata salah satu perwakilan komite.
Seperti diketahui, keberadaan PT GSB di Ulu Musi telah lama beroperasi sejak lama di Kecamatan Ulu Musi.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Perkebunan dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan agar CSR bidang pendidikan dan air bersih dapat terealisasi tahun ini.
Jurnalis: Sulman Paris







