Aceh Utara,jejakkini.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Fraksi Partai Demokrat, M. Jafar, ST, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang warga Tiro, Kabupaten Pidie, dalam insiden kericuhan yang terjadi pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, M. Jafar juga mengecam tindakan aparat TNI yang diduga terlibat dalam insiden tersebut hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan sejumlah masyarakat lainnya mengalami luka-luka.
Menurut M. Jafar, peristiwa tragis tersebut merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi, terlebih dalam sebuah kegiatan keagamaan yang seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Atas nama pribadi dan sebagai anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Demokrat, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar M. Jafar.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas banyaknya masyarakat yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
M. Jafar menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Minta Penyelidikan Transparan dan Penegakan Hukum.

M. Jafar meminta agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan objektif terhadap insiden tersebut.
Menurutnya, setiap tindakan aparat yang diduga mengakibatkan korban jiwa harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan transparan. Jika memang terdapat pelanggaran prosedur atau tindakan berlebihan oleh aparat, maka harus ada pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar aparat keamanan senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani persoalan di tengah masyarakat, terlebih dalam kegiatan keagamaan.

M. Jafar berharap kejadian tersebut tidak menimbulkan konflik berkepanjangan dan seluruh pihak dapat menahan diri demi menjaga keamanan serta ketenteraman masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat yang seharusnya merasa aman justru menjadi korban. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan keadilan benar-benar ditegakkan,” tutupnya.

Pewarta : Ampon Blang