SABANG —Jejakkini.com | 30 Agustus 2026 | Suasana santai di salah satu kafe di Kota Sabang menjadi ruang dialog yang penuh makna ketika wartawan berbincang langsung dengan Keuchik Gampong Cot Ba’u, Safwan, S.I.P.

Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik suasana santai dan obrolan yang mengalir, terselip berbagai gagasan tentang masa depan Gampong Cot Ba’u—mulai dari pemerintahan gampong, pembangunan, kehidupan sosial masyarakat, budaya, batas wilayah, hingga potensi pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Safwan, yang kini dipercaya memimpin Gampong Cot Ba’u untuk periode 2026–2032, tampak cukup terbuka dalam berbagi pandangan mengenai arah pembangunan gampong yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai Keuchik bukan hanya persoalan menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi bagaimana menghadirkan perubahan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Safwan sendiri secara resmi menerima tugas sebagai Keuchik definitif setelah serah terima jabatan dari Pj Keuchik Akmalun Nazri pada Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia telah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat.

Belajar dari Luar, Membawa Inspirasi Pulang ke Cot Ba’u
Dalam perbincangan tersebut, Safwan juga banyak menceritakan pengalaman dan pengamatannya ketika melihat perkembangan sejumlah daerah di luar Sabang, bahkan di luar Aceh.

Baginya, pengalaman melihat langsung bagaimana sebuah daerah mengelola potensi masyarakat, budaya dan pariwisata menjadi referensi penting yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan karakter Gampong Cot Ba’u.

Bukan berarti harus meniru daerah lain, tetapi mengambil hal-hal baik untuk kemudian disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Cot Ba’u.

Cara pandang tersebut menjadi menarik karena Cot Ba’u sesungguhnya memiliki modal besar: masyarakat, budaya, sejarah, panorama alam serta posisi geografis yang strategis di Kota Sabang.

Dan salah satu potensi yang kini mulai mendapatkan perhatian serius adalah kawasan Benteng Batere A atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan Meteo.

Benteng Batere A, Dari Potensi Lokal Menuju Destinasi Baru Sabang
Gagasan pengembangan kawasan tersebut semakin mendapat momentum setelah Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026 digelar di kawasan Benteng Batere A Mateo pada 22–23 Agustus 2026.
Festival itu dibuka langsung Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRK, Danlanal Sabang, aparatur gampong serta masyarakat.

di Sisi Lain Walikota Sabang, Zulkifli H.adam ,Menyampaikan secara terbuka mendorong agar kawasan Benteng Batere A dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah baru Kota Sabang. Kawasan tersebut dinilai mempunyai keunggulan karena memadukan nilai sejarah, panorama alam Teluk Sabang, budaya dan peluang ekonomi masyarakat.

Tidak berhenti pada festival, Pemerintah Kota Sabang juga telah membahas dukungan infrastruktur berupa akses jalan, penerangan serta fasilitas pendukung menuju kawasan tersebut.

Kehadiran Walikota Sabang, Zulkifli H.Adam,Ketua DPRK Sabang Magdalaina menyatakan dukungan terhadap upaya pengembangan kawasan tersebut, sementara Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin menyampaikan bahwa pemanfaatan kawasan yang berada di atas tanah negara tetap harus melalui mekanisme dan persetujuan sesuai ketentuan.

Wisata Bukan Sekadar Tempat Berkunjung
Bagi Safwan, pengembangan wisata Cot Ba’u seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Yang lebih penting adalah bagaimana wisata tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk bergerak.

UMKM harus tumbuh. Kuliner lokal harus hidup. Anak-anak muda harus diberikan ruang kreativitas. Budaya harus diperkenalkan. Dan masyarakat harus menjadi bagian utama dari perkembangan destinasi tersebut.

Hal ini sejalan dengan konsep Festival Budaya Cot Ba’u yang tidak hanya menampilkan budaya, tetapi juga kuliner dan kreativitas masyarakat. Bahkan pemerintah gampong sebelumnya menggelar lomba Instagram Reels untuk mendorong anak-anak muda ikut mempromosikan potensi wisata Cot Ba’u melalui media sosial.

Di era digital, promosi tidak lagi hanya dilakukan melalui baliho atau brosur. Satu video pendek yang dibuat pengunjung dan kemudian viral di media sosial dapat menjadi promosi gratis yang nilainya sangat besar bagi sebuah destinasi.

Membangun Cot Ba’u dengan Identitas Sendiri
Dari perbincangan santai tersebut, terlihat satu benang merah dari gagasan Safwan: Cot Ba’u harus berkembang dengan identitasnya sendiri.
Pemerintahan harus berjalan baik. Pelayanan masyarakat harus diperkuat. Budaya harus dirawat. Potensi wisata harus dikembangkan. Anak muda harus dilibatkan. Dan masyarakat harus menjadi pelaku utama pembangunan.

Apalagi kawasan Benteng Batere A bukan sekadar memiliki panorama alam. Situs tersebut juga menyimpan jejak sejarah pertahanan sejak masa kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang. Karena itu, pengembangannya memiliki peluang untuk menggabungkan wisata sejarah, edukasi, budaya, kuliner dan ekonomi masyarakat.

Silaturahmi Media dan Keuchik, Membuka Ruang Komunikasi Publik
Pertemuan antara media dan Keuchik Safwan pada akhirnya menjadi bagian penting dari komunikasi publik di tingkat gampong.

Media tidak hanya hadir ketika ada seremoni atau kegiatan besar. Media juga mempunyai peran untuk mendengar langsung gagasan pemimpin masyarakat, menangkap aspirasi warga, sekaligus mengawal informasi pembangunan agar diketahui publik.

Dari sebuah meja sederhana di sebuah kafe, berbagai gagasan tentang Cot Ba’u mengalir begitu saja.

Pemerintahan, masyarakat, budaya, sejarah, wisata hingga masa depan anak-anak muda menjadi satu rangkaian pembicaraan.

Dan dari sanalah terlihat bahwa membangun sebuah gampong tidak selalu harus dimulai dari gedung yang megah.

Kadang, sebuah perubahan justru berawal dari percakapan sederhana—ketika seorang pemimpin mau membuka ruang, berbagi gagasan, mendengar media dan masyarakat, kemudian mengubah inspirasi menjadi program nyata.

Kini, tantangannya adalah bagaimana visi dan gagasan tersebut diterjemahkan menjadi langkah konkret dan berkelanjutan, sehingga Gampong Cot Ba’u bukan hanya dikenal sebagai salah satu kawasan di Kota Sabang, tetapi mampu tampil sebagai gampong yang memiliki karakter budaya, sejarah, pariwisata dan ekonomi masyarakat yang kuat.

Media Jejakini.com — Sabang : MJ Eric Karno