SAWANG, ACEH UTARA ,mediajejakkini.com– Geuchik Gampong Lagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Teuku Muji, menyerukan kepada seluruh warganya agar tidak hanya bersemangat meramaikan pasar malam dan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga menjadikan meunasah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat setiap hari.

Seruan tersebut disampaikan Teuku Muji sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Gampong Lagang. Menurutnya, hiburan dan kegiatan masyarakat memang penting untuk mempererat silaturahmi, namun kehidupan beragama tidak boleh dikesampingkan.

«“Jangan pasar malam saja yang kita ramaikan. Meunasah setiap hari juga harus dipenuhi warga. Karena meunasah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat kita membangun silaturahmi, mendidik generasi dan memperkuat persatuan masyarakat,” ujar Teuku Muji.»

Ia mengajak masyarakat, khususnya para pemuda dan kaum laki-laki, untuk lebih aktif memakmurkan meunasah dengan melaksanakan salat berjamaah, pengajian, zikir, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Menurut Teuku Muji, kemajuan sebuah gampong tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan iman, kekompakan masyarakat dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.

“Kalau masyarakat kompak, meunasah ramai, anak-anak dekat dengan kegiatan agama dan para pemuda aktif dalam kegiatan positif, insyaallah gampong kita akan semakin baik,” tambahnya.

Ia juga berharap para orang tua dapat memberikan contoh kepada anak-anak dan generasi muda dengan membiasakan diri datang ke meunasah. Dengan demikian, tradisi memakmurkan meunasah dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Seruan tersebut dikumandangkan lewat Azan yang dikumandang oleh Geuchik Muji sendiri untuk menjadi perhatian bagi Warganya, karena meunasah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain sebagai tempat beribadah, meunasah sejak dahulu menjadi ruang berkumpul, bermusyawarah dan mempererat hubungan antarwarga.

“Mari kita ramaikan pasar malam ketika ada kegiatan, tetapi jangan lupa, meunasah harus lebih sering kita ramaikan. Hiburan hanya sesaat, sementara nilai agama dan kebersamaan menjadi bekal untuk kehidupan kita,” pesan Teuku Muji.

Seruan Geuchik Gampong Lagang tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kemeriahan sebuah gampong bukan hanya ketika tempat hiburan dipenuhi warga, tetapi juga ketika meunasah hidup dengan suara azan, salat berjamaah, pengajian dan kebersamaan masyarakat.

Pewarta ; Teuku Saifuddin Alba