Aceh Utara,jejakkini.com – Para petani di Gampong Mane Tunong, Kecamatan Muarabatu, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini belum dapat kembali menggarap lahan persawahan mereka akibat dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Endapan lumpur yang terbawa banjir telah mengeras di areal persawahan, sehingga lahan menjadi sulit diolah dan tidak lagi layak untuk ditanami padi. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tertimbunnya saluran irigasi oleh material tanah dan pasir, sehingga pasokan air ke areal persawahan terputus.

Akibat kerusakan tersebut, aktivitas bercocok tanam padi terhenti selama berbulan-bulan. Hal ini berdampak langsung terhadap mata pencaharian para petani yang selama ini menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil panen.

Masyarakat dan para pemilik lahan sawah berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Aceh, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi dan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak. Mereka menilai bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar kegiatan bercocok tanam dapat kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat desa kembali bangkit.

Para petani berharap perhatian pemerintah tidak hanya sebatas pendataan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur pertanian. Dengan demikian, sawah-sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat dapat kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Muarabatu.

Penulis : Ampon Blang