Sigli, Jejakkini.com – Penyuluh Agama dari Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Cabang Pidie melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan keagamaan pada hari Selasa, 28 Juli 2026 di Mushalla Lapas Perempuan Kelas II B Sigli. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjadi Perempuan yang Berkarakter Mulia”, yang disampaikan oleh Tgk Almahdi, SHI, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Grong-grong.
Dalam penyampaiannya, Tgk Almahdi menjelaskan bahwa kemuliaan seorang perempuan di sisi Allah SWT dapat diraih melalui dua aspek utama yang tercakup dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
Pertama, Memuliakan Diri Sendiri
Setiap perempuan wajib menghargai diri sebagai ciptaan Allah yang mulia. Kesalahan di masa lalu bukanlah alasan untuk terus merendahkan diri, melainkan pelajaran untuk lebih berhati-hati dan memperbaiki diri. Hal ini diwujudkan dengan menjaga kebersihan diri, kerapian, sikap sopan santun, serta menanamkan pola pikir positif: “Saya bisa berubah, saya memiliki nilai, dan saya berguna.”
Kedua, Menjaga Adab dan Tanggung Jawab
Kemuliaan juga tercermin dari cara kita berhubungan dengan orang lain, yaitu ada 3 macam :
– Terhadap Keluarga : Menjadi anak yang berbakti terhadap orang tua, menjadi ibu yang teladan bagi anaknya, dan menjadi saudara yang saling mendukung, karena kehadiran yang baik adalah harapan bagi mereka yang menanti pulang dalam keluarga.
– Terhadap Sesama : Membangun sikap saling menghormati sesama Napi, saling menasihati dalam kebaikan, dan saling membantu tanpa memandang latar belakang dimanapun berada.
– Terhadap Masyarakat : Menyiapkan diri untuk kembali membawa nama baik bagi diri sendiri dan keluarga, serta menjauhi lingkungan yang dapat menjerumuskan kembali ke hal yang tidak benar.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat penyuluh agama : “Membimbing dengan Ilmu, Menyentuh dengan Hati, Menguatkan Umat Menuju Kebaikan.” Tgk Almahdi menegaskan bahwa menjadi penyuluh agama adalah pilihan hati untuk mengabdi, membimbing, dan mengajak seluruh umat—termasuk warga binaan—untuk kembali menempuh jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Para Napi tampak menyimak dengan saksama, berharap bimbingan ini menjadi bekal berharga untuk memperbaiki diri dan meraih kemuliaan serta kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Penulis : Aldy







