SABANG — Jejakkini.com | Ada usia yang sekadar bertambah. Namun ada pula usia yang menjadi saksi dari panjangnya perjalanan pengabdian.
Drs. H. Suradji Junus memasuki usia 74 tahun pada 29 September 2026. Putra Sabang kelahiran 29 September 1952 itu telah melewati perjalanan panjang dalam pemerintahan, dengan sebagian besar usianya ditempa dalam pengabdian kepada daerah yang menjadi tanah kelahirannya.

Di usia yang ke-74, Suradji Junus masih berdiri di tengah dinamika pemerintahan Kota Sabang. Bukan lagi sebagai seorang birokrat yang sedang meniti karier, melainkan sebagai Wakil Wali Kota Sabang yang kembali dipercaya mengemban amanah bersama Wali Kota Zulkifli H. Adam untuk periode 2025–2030. Keduanya resmi dilantik pada 14 Juni 2025.

Inilah yang membuat perjalanan usia Suradji Junus memiliki makna tersendiri.
Dari seorang putra Sabang, menjadi bagian dari sejarah pemerintahannya
Jejak panjang itu dimulai sejak 1976.
Setelah menempuh pendidikan di Sabang, APDN Banda Aceh dan IIP Jakarta, Suradji Junus memasuki dunia birokrasi dan dipercaya menduduki berbagai jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.

Dari urusan pemerintahan desa, pendapatan dan keuangan, hukum, perekonomian hingga pemerintahan, perjalanan kariernya terus bergerak. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pajak Daerah, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala Bawasda hingga akhirnya menjadi Sekretaris Daerah Kota Sabang pada 2000–2007.

Perjalanan tersebut bukanlah sesuatu yang dibangun dalam semalam.
Ada puluhan tahun masa kerja, tanggung jawab, pengalaman dan proses panjang yang membentuk dirinya sebagai seorang birokrat.
Pengabdian itu bahkan tercatat melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Kembali ketika daerah membutuhkan pengalaman
Setelah perjalanan panjang sebagai birokrat, Suradji Junus kemudian dipercaya masyarakat menjadi Wakil Wali Kota Sabang periode 2017–2022.
Lima tahun kemudian, perjalanan itu seolah belum selesai.
Pada 2025, namanya kembali hadir dalam kepemimpinan Kota Sabang. Bersama Zulkifli H. Adam, ia kembali dipercaya memimpin pemerintahan Kota Sabang hingga 2030.

Kembalinya Suradji Junus bukan hanya menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, tetapi juga mempertemukan kembali pengalaman panjang seorang birokrat dengan tantangan pemerintahan Sabang hari ini.
Di tengah keterbatasan fiskal, kebutuhan pembangunan, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat serta karakter Sabang sebagai wilayah kepulauan, pengalaman pemerintahan menjadi salah satu bagian dari dinamika kepemimpinan daerah. Pemko Sabang sendiri menyebut tantangan pembangunan Sabang membutuhkan kolaborasi dan penguatan jejaring dukungan.

74 tahun, tetapi pengabdian belum berhenti
Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan Suradji Junus.
Ketika sebagian orang memandang usia sebagai waktu untuk berhenti, perjalanan pemerintahan Suradji justru masih berlanjut.
Sepanjang 2026, ia masih aktif menghadiri berbagai agenda pemerintahan dan bertemu masyarakat. Mulai dari mendampingi pelayanan pemerintahan, menghadiri agenda DPRK, menerima aspirasi pemerintahan gampong hingga menjalankan tugas-tugas pemerintahan lainnya.
Dalam pertemuan dengan para keuchik se-Kota Sabang, misalnya, Suradji Junus mendampingi Wali Kota dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah kota dan pemerintahan gampong sebagai bagian dari pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ia juga masih menjalankan tugas pemerintahan dalam berbagai agenda sepanjang tahun ini, termasuk mendampingi pelayanan kepada masyarakat dan kegiatan pembangunan daerah.
Sebuah usia yang layak dikenang
74 tahun bukan sekadar angka.
Di dalamnya ada masa kanak-kanak di Sabang, masa pendidikan, awal pengabdian sebagai aparatur, perjalanan panjang sebagai birokrat, amanah sebagai Sekda, pengalaman sebagai Wakil Wali Kota, hingga kembali dipercaya mendampingi Wali Kota Sabang pada periode pemerintahan saat ini.

Ada masa ketika rambut masih hitam dan langkah masih panjang.
Ada masa ketika jabatan belum datang dan nama belum banyak dikenal.
Dan ada masa ketika seorang putra daerah akhirnya dipercaya memegang amanah yang lebih besar untuk daerah tempat ia dilahirkan.

Kini, ketika usia memasuki 74 tahun, perjalanan itu telah berubah menjadi sebuah catatan panjang.

Bukan tentang seberapa lama seseorang memegang jabatan, tetapi tentang berapa banyak waktu yang telah diberikan untuk mengabdi.
Suradji Junus telah menghabiskan puluhan tahun dalam dunia pemerintahan. Dan hingga hari ini, amanah itu masih berjalan.

Dari Sabang, tempat ia dilahirkan.
Untuk Sabang, tempat sebagian besar pengabdiannya ditanamkan.
Dan untuk masyarakat, yang menjadi bagian dari setiap amanah pemerintahan yang dijalankannya.

Selamat Hari Lahir ke-74
Atas nama masyarakat dan seluruh elemen Kota Sabang, momentum hari lahir ke-74 Drs. H. Suradji Junus menjadi kesempatan untuk menyampaikan doa dan penghormatan atas perjalanan panjang pengabdiannya.

Selamat Hari Lahir ke-74, Drs. H. Suradji Junus.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang berkah, keteguhan hati dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
Semoga pengalaman panjang yang telah ditempa selama puluhan tahun terus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kota Sabang.

Karena pada akhirnya, jabatan akan berganti, waktu akan berjalan, tetapi jejak pengabdian akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sebuah daerah.
Dan bagi Suradji Junus, perjalanan itu masih berlangsung.

74 tahun usia.
Puluhan tahun pengabdian.
Satu tanah kelahiran yang terus menjadi tempat untuk kembali mengabdi: Sabang.

-Mj Eric Karno | Jejakkini.com Sabang News