Jejakkini.com.|| 30 Mei 2026 || Pidie – Tim Mutibas FC berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara pada ajang Trofeo Minisoccer Piala Lapas Kelas IIB Kota Bakti yang berlangsung meriah di Kabupaten Pidie, Jumat malam (29/5/2026). Tim yang tampil mencolok dengan jersey berwarna pink itu sukses mengalahkan Kopal FC dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga final.
Sejak peluit awal dibunyikan, Mutibas FC menunjukkan kualitas permainan yang solid, agresif, dan penuh determinasi. Mengandalkan kombinasi serangan cepat serta pertahanan yang disiplin, mereka mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Penampilan impresif Mutibas FC tidak hanya menarik perhatian melalui permainan kolektif yang efektif, tetapi juga lewat semangat juang tinggi yang diperlihatkan para pemain di setiap laga. Dukungan suporter yang memadati arena pertandingan turut menjadi energi tambahan yang membakar motivasi tim hingga mampu menuntaskan seluruh pertandingan dengan hasil membanggakan.
Skuad Mutibas FC diperkuat sejumlah pemain andalan, di antaranya Arif Sagara yang tampil kokoh di bawah mistar gawang, Nasri Ramos, Muliadi Black, Syukran, Wana, Musliadi, Keuchik Yon, serta duet penyerang Lutfi dan Faris Ronaldo yang menjadi motor serangan tim. Kekompakan serta kerja sama antarpemain menjadi kunci utama keberhasilan Mutibas FC menghadapi lawan-lawan tangguh sepanjang turnamen.
Dalam persaingan yang berlangsung ketat, Mutibas FC berhasil mengungguli sejumlah tim kuat seperti Kopal FC, Simkat FC, Gardel FC, dan tim tuan rumah Lakoti FC yang merupakan perwakilan Lapas Kelas IIB Kota Bakti.
Berdasarkan klasemen akhir turnamen, Mutibas FC berhak menempati posisi puncak sekaligus menyandang gelar juara. Kopal FC finis sebagai runner-up, sementara Lakoti FC harus puas berada di peringkat ketiga. Simkat FC menempati posisi keempat dan Gardel FC berada di urutan terakhir.
Ajang Trofeo Minisoccer Piala Lapas Kelas IIB Kota Bakti tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan silaturahmi antara jajaran pegawai Lapas dengan komunitas sepak bola di Kabupaten Pidie. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Kasubag Tata Usaha Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Maulana Iqbal, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari momentum halal bihalal pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan halal bihalal dalam momentum Lebaran. Melalui turnamen ini kita ingin mempererat silaturahmi antara pegawai Lapas Kelas IIB Kota Bakti dengan komunitas sepak bola di Kabupaten Pidie,” ujar Maulana Iqbal.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan trofi juara kepada Mutibas FC yang dilakukan langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KKPLP) Kota Bakti, Handri Maswar, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi juga membangun kebersamaan, persaudaraan, dan semangat sportivitas di antara seluruh peserta. Kami mengapresiasi semua tim yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dan menjaga suasana pertandingan tetap kondusif,” ungkapnya.
Usai seluruh rangkaian pertandingan berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan makan dan minum bersama di salah satu kafe di Kabupaten Pidie. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus mempertegas semangat kebersamaan yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan Trofeo Minisoccer Piala Lapas Kelas IIB Kota Bakti tahun 2026.
Keberhasilan Mutibas FC menjuarai turnamen ini menjadi bukti bahwa kerja sama tim, disiplin, dan semangat pantang menyerah merupakan modal utama untuk meraih prestasi. Sementara itu, penyelenggaraan turnamen yang berlangsung sukses dan penuh kekeluargaan diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus mempererat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat melalui olahraga.
-Mj Eric Karno (Jejakkini.com Aceh News)







