Rumbia Bombana,mediajejakkini.com- Masyarakat pesisir dan nelayan kecil di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara menjerit. Pasokan BBM bersubsidi jenis solar yang seharusnya menjadi hak nelayan, diduga kuat disalahgunakan dan dikeluarkan ke daerah lain.

Dugaan penyelundupan ini berlangsung lama karena lemahnya pengawasan di perairan.

Kasihan masyarakat kecil. Nelayan mau melaut susah dapat solar. Antre panjang, harga mahal. Tapi di malam hari, solar diduga dibawa keluar pakai kapal. Kami mohon Mabes Polri dan Polda Sultra usut tuntas,” ujar Obet, perwakilan masyarakat Rumbia, Minggu (5/10/2026).

Masyarakat menilai pengawasan Polairud di wilayah Bombana belum maksimal, sehingga membuka celah bagi oknum mafia BBM untuk bermain.

TUNTUTAN MASYARAKAT RUMBIA:

Kapolda Sultra dan Dirpolairud Polda Sultra segera turun melakukan patroli intensif di perairan Rumbia – Kabaena.
Mabes Polri mengusut tuntas dugaan mafia solar subsidi di Bombana.
Pertamina dan Hiswana Migas Sultra mengevaluasi SPBU dan APMS penyalur solar di Bombana.

Masyarakat berharap negara hadir. Jangan biarkan nelayan kecil terus menangis karena ulah segelintir oknum yang mencari untung di atas penderitaan rakyat.