*MAHASISWA BOMBANA AKSI: DESAK KAPOLRES DICOPOT, GUBERNUR SULTRA TURUN TANGAN LINDUNGI HUKUM*
BOMBANA,Jejakkini.com– Ribuban mahasiswa se-Kabupaten Bombana menggelar aksi untuk membawa aspirasi masarakat bahwa Polres harus di copt. dan Kantor Bupati Bombana,.kamis.11 Juni.2026
Dalam orasinya, mahasiswa menuntut pencopotan Kapolres Bombana dari jabatannya. Tuntutan ini muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan kasus kode etik polres Bombana terhadap mahasiswa yg membawa aspirasi masyarakat yang dinilai lambat dan tidak berpihak pada masyarakat.
“Kapolres adalah ujung tombak penegakan hukum. Jika rasa aman masyarakat Bombana tidak bisa dijamin, maka pencopotan adalah langkah konstitusional yang harus diambil Kapolri,” tegas Koordinator
Selain ke Kapolres, mahasiswa juga menyuarakan desakan kepada Bupati Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, agar segera turun tangan. “Kami minta Bupati turun langsung ke lapangan. Hadir dan lindungi masyarakat Bombana dari. Jangan hanya duduk di kantor. Hukum harus ditegakkan demi rakyat,” lanjut.
Mahasiswa memberi tenggat waktu 3×24 jam untuk Kapolri dan Pemprov Sultra merespon tuntutan. Jika tidak, aksi lanjutan dengan massa lebih besar akan digelar.
Penulis .LUKING .SH







