KEBUMEN (jejakkini.com) — Memasuki hari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di kawasan Pantai Entak, Desa Entak, Kecamatan Ambal, upaya yang dilakukan tim gabungan hingga Minggu (24/5/2026) belum membuahkan hasil.
Dikutip dari Akun Resmi BPBD kebumen Terkait Peristiwa yang terjadi di Pantai Entek , kecamatan Ambal Tersebut Tim dari BPBD KEBUMEN Telah mengerahkan kekuatan penuh untuk menyisir sepanjang garis pantai guna menemukan korban yang hilang.
“Kegiatan diawali dengan apel pagi pukul 08.00 WIB, di mana tim dibagi menjadi dua Satuan Reaksi Cepat (SRU) darat. SRU Darat 1 bergerak ke arah barat hingga menjangkau kawasan Pantai Brecong dengan jangkauan sekitar 1,5 kilometer”. Tuturnya
Sementara itu, SRU Darat 2 bergerak ke arah timur sejauh kurang lebih 1,5 kilometer hingga mencapai wilayah Pantai Mliwis.
Meski telah melakukan penelusuran secara teliti dan menyeluruh di kedua arah tersebut, hingga laporan ini disampaikan, hasil pencarian masih nihil.
Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari BASARNAS USS Kebumen, BPBD Kebumen, PMI, POLAIRUD, serta didukung oleh para relawan dan berbagai komunitas SAR setempat.
Tim bertekad akan melanjutkan kembali operasi pada Senin, 25 Mei 2026, mulai pukul 07.30 WIB.
Pada tahap selanjutnya, strategi pencarian diperluas dengan pembagian tiga SRU, yang terdiri dari satu tim penelusuran di perairan dan dua tim di jalur darat, untuk memperlebar jangkauan pencarian.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang remaja laki-laki berinisial DW (14 tahun), warga Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berada di Pantai Entak pada Rabu sore, 20 Mei 2026.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyampaikan bahwa sejak hari pertama kejadian hingga Kamis, 21 Mei 2026, upaya pencarian korban terus dilakukan.
Tim yang terlibat terdiri dari pihak kepolisian, SAR, pemerintah desa, serta warga sekitar.
“Pencarian terhadap korban masih berlangsung bersama unsur terkait. Kami juga berkoordinasi dengan tim SAR dan masyarakat untuk memperluas jangkauan pencarian,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat itu.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Pantai Entak, tepatnya di wilayah Dukuh Celengan, Desa Entak. Lokasi tersebut bukan merupakan kawasan wisata resmi dan umumnya sepi pengunjung.
Berdasarkan keterangan di lokasi, peristiwa bermula saat DW mandi di laut bersama FA, AN, dan sejumlah teman lainnya sejak pukul 15.00 WIB.
“Sekitar pukul 15.30 WIB, FA kembali ke bibir pantai untuk beristirahat, sementara DW dan AN masih berada di perairan. Tak lama kemudian, ombak besar datang dan menyeret kedua remaja tersebut”. Tuturnya
“Melihat hal itu, FA segera berlari ke arah timur menuju Pantai Mliwis untuk meminta bantuan dan pertolongan”. pungkasnya
Sumber: BPBD KEBUMEN
(Jandan )







