Aceh Utara,Jejakkini.com – Nasib pilu masih dialami Saniyah (54), seorang janda warga Gampong Lhok Merbo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Di usia yang tidak lagi muda, ia harus berjuang sendiri demi mempertahankan hidup bersama anaknya di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh.
Saat wartawan media ini mendatangi kediamannya Minggu 7/06/2026 ,Saniyah tampak sedang meraut daun kelapa untuk diambil lidinya. Pekerjaan sederhana itulah yang setiap hari dilakukannya demi memperoleh sedikit penghasilan untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari.
Dengan tangan yang terus bekerja, Saniyah menceritakan pahitnya kehidupan yang dijalaninya. Rumah yang ditempatinya saat ini sudah mengalami banyak kerusakan. Dinding terlihat lapuk, bagian atap mulai rusak, dan sejumlah tiang penyangga tampak tidak lagi kokoh. Setiap kali hujan turun atau angin kencang menerpa, rasa khawatir selalu menghantui dirinya dan anaknya.
“Sudah banyak orang datang ke sini. Ada yang memfoto rumah ini, katanya untuk diusulkan bantuan kepada pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Rumah ini semakin rusak dan hampir roboh,” ungkap Saniyah dengan nada sedih.
Kondisi yang dialami Saniyah menjadi potret nyata masih adanya warga miskin yang hidup dalam keterbatasan dan belum tersentuh bantuan yang memadai. Di tengah berbagai program bantuan rumah layak huni yang sering digaungkan pemerintah, masih terdapat masyarakat yang bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, maupun pihak-pihak yang memiliki kewenangan dapat turun langsung melihat kondisi yang dialami Saniyah. Jangan sampai bantuan hanya berhenti pada tahap pendataan dan dokumentasi semata, sementara warga yang membutuhkan terus hidup dalam ketidakpastian.
Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol keamanan dan martabat sebuah keluarga. Bagi Saniyah, memiliki rumah yang layak bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang hingga kini masih menjadi harapan.
Kisah Saniyah seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar janji. Ketika berbagai program bantuan terus berjalan, masyarakat tentu berharap tidak ada lagi warga miskin yang harus menunggu terlalu lama hingga rumahnya benar-benar roboh sebelum bantuan datang.
Penulis :Teuku Saifuddin Alba







