SABANG,Jejakkini.com – Kota Sabang kembali menegaskan komitmennya membangun sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Di tengah pesona wisata bahari yang telah mendunia, Pemerintah Kota Sabang kini terus mengangkat potensi lain yang tak kalah menjanjikan, yakni komoditas kakao sebagai kekuatan baru ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kontes Kakao Kota Sabang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang di Taman Pantai Kasih, Rabu (29/7/2026), dengan mengusung tema “Kakao Sabang, Permata Tersembunyi di Ujung Barat Indonesia.”
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan kepada petani terbaik, tetapi menjadi panggung besar untuk memperlihatkan bahwa Sabang memiliki potensi perkebunan kakao yang mampu menjadi komoditas unggulan bernilai tinggi apabila dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada hilirisasi.

Sebanyak 30 petani kakao dari Kecamatan Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue mengikuti kontes yang terbagi dalam kategori Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Sebelum puncak acara, tim juri telah melakukan penilaian langsung ke kebun peserta untuk menilai teknik budidaya, produktivitas, kesehatan tanaman, hingga kualitas pengelolaan kebun.

Kolaborasi Pemerintah dan Petani Membangun Masa Depan Kakao Sabang
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Sabang, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Nourman yang hadir mewakili Wali Kota Sabang, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Rinaldi Syahputra, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Widya, unsur Forkopimda, perwakilan TNI dan Polri, para penyuluh pertanian lapangan, aparatur kecamatan dan gampong, pelaku agribisnis, serta para petani kakao dari berbagai wilayah Kota Sabang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan bahwa pembangunan sektor pertanian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor demi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rinaldi Syahputra: Kakao Sabang Harus Naik Kelas
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, menegaskan bahwa kontes kakao merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun semangat petani sekaligus meningkatkan kualitas komoditas perkebunan yang menjadi kebanggaan Sabang.

“Kontes ini bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah membangun motivasi petani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya, memperbaiki produktivitas kebun, serta mendorong Kakao Sabang agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. Kami ingin kakao menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kakao tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi, tetapi harus diarahkan menuju hilirisasi melalui pengolahan hasil sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.

Widya: Pendampingan Petani Akan Terus Diperkuat
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan kakao tidak terlepas dari peran aktif para petani dan penyuluh pertanian lapangan.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan, pendampingan teknis, serta meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan kakao berkualitas. Harapannya, Kakao Sabang semakin dikenal sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat Aceh maupun nasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa semangat petani dalam mengikuti kontes menjadi modal penting untuk mempercepat kemajuan sektor perkebunan di Kota Sabang.

Andri Nourman: Pertanian Menjadi Pilar Ekonomi Masa Depan
Mewakili Wali Kota Sabang, Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Nourman menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Pangan beserta seluruh petani yang terus bekerja keras mengembangkan sektor perkebunan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga harus diperkuat melalui pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sabang akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian, termasuk komoditas kakao, karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, Kakao Sabang diyakini mampu menjadi produk unggulan yang membanggakan daerah,” ungkapnya.

Membangun Ekonomi dari Kebun Rakyat
Selain pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, kegiatan juga diisi dengan pemutaran video kunjungan ke kebun kakao binaan, presentasi peluang agribisnis Kakao Sabang oleh pelaku usaha, serta diskusi mengenai penguatan hilirisasi dan pemasaran hasil kakao.

Rangkaian kegiatan berlangsung hangat, penuh semangat, dan menjadi ruang berbagi pengalaman antara petani, penyuluh, pemerintah, serta pelaku usaha dalam membangun ekosistem kakao yang lebih maju.

Bukan Sekadar Kontes, Tetapi Investasi Masa Depan
Kontes Kakao Sabang Tahun 2026 menjadi simbol bahwa masa depan pertanian dibangun dari kerja keras para petani yang setiap hari merawat kebun dengan penuh dedikasi.

Di balik setiap buah kakao yang dipanen, tersimpan harapan akan meningkatnya kesejahteraan keluarga petani, terbukanya lapangan kerja baru, berkembangnya industri pengolahan kakao, serta semakin kuatnya identitas Kakao Sabang sebagai produk unggulan dari ujung barat Indonesia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, akademisi, serta dukungan Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan, Kakao Sabang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan menjadi salah satu ikon ekonomi baru Kota Sabang.

Kontes Kakao Sabang 2026 membuktikan bahwa dari kebun-kebun rakyat lahir harapan besar. Dari tangan para petani tumbuh komoditas berkualitas. Dan dari Sabang, ujung barat Indonesia, kakao dipersiapkan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

(MJ Eric Karno | Jejakkini.com Sabang News)