BANDUNG, JEJAKKINI.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAUD dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus melalui Pendidikan Inklusif di Satuan PAUD Kota Bandung.

Kegiatan yang dikemas dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2026, bertempat di TK Pertiwi II, Kecamatan Antapani, Kota Bandung.

Workshop dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan peserta yang hadir secara langsung maupun secara daring. Bahkan, dua mahasiswa dari Aceh turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan melalui sambungan online.

Kegiatan yang berlangsung setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 30 peserta terbatas, terdiri atas guru dan kepala sekolah TK di Kota Bandung, khususnya wilayah Kecamatan Antapani.

Workshop tersebut dipimpin oleh Dr. Brigita Puridawaty, M.Pd., M.Si., selaku dosen pengampu sekaligus Ketua Tim PKM Kelompok 8 Universitas Panca Sakti, bersama tujuh mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta Aceh.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat perhatian dari sejumlah pemangku kepentingan pendidikan. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui Kepala Bidang P3TK, Ketua IGTKI Kota Bandung, Ketua IGTKI Kecamatan Antapani, serta Pengawas Bina Kecamatan Antapani.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan delapan materi penting terkait pengenalan dan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ABK, Down Syndrome atau sindrom Down, Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), Autism Spectrum Disorder (ASD), disleksia atau kesulitan membaca, disgrafia dan disfasia atau kesulitan menulis dan berbahasa, diskalkulia atau kesulitan memahami angka dan konsep matematika, serta dyspraxia atau gangguan koordinasi gerak.

Melalui berbagai materi tersebut, para guru diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dalam mengenali karakteristik, potensi, serta kebutuhan belajar setiap anak.

Tidak hanya memahami teori, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya melakukan pengamatan terhadap perkembangan anak, menyesuaikan metode pembelajaran, membangun komunikasi yang baik dengan orang tua, serta menjalin kolaborasi dengan tenaga profesional apabila dibutuhkan.

Pendidikan inklusif menjadi salah satu pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister PAUD Universitas Panca Sakti berharap para pendidik semakin memiliki kesiapan dan kemampuan pedagogik dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik di lingkungan satuan PAUD.

Workshop tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Dengan meningkatnya kompetensi guru, diharapkan satuan PAUD di Kota Bandung mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan inklusif, sehingga setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi serta kebutuhannya.

(Riani)