ACEH UTARA ,mediajejakkini.com— Kondisi Pasar Sayur dan Ikan Pasar Inpres Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pasca diterjang banjir pada November 2025, kembali menjadi sorotan.

Hampir setahun berlalu, namun kondisi kawasan pasar tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Sejumlah bagian area pasar tampak tidak terawat. Rumput dan tumbuhan liar mulai memenuhi sejumlah sudut kawasan, sehingga membuat wajah pasar terlihat kumuh dan tidak sedap dipandang.

Pantauan wartawan media ini di lokasi, Rabu, 2 September 2026, menunjukkan kondisi lingkungan pasar yang membutuhkan perhatian serius. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, khususnya para pedagang yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

Beberapa pedagang yang sebelumnya menempati pasar kepada awak media membenarkan bahwa hingga kini mereka masih menunggu langkah nyata pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan dan renovasi pasar.

Menurut mereka, pasar merupakan salah satu fasilitas penting bagi masyarakat. Karena itu, setelah mengalami kerusakan akibat banjir, seharusnya pemerintah dapat bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan, menentukan skala prioritas, serta mengambil langkah konkret agar aktivitas perdagangan kembali berjalan normal.

“Pemerintah seharusnya cepat tanggap terhadap apa yang menjadi kebutuhan dan prioritas para pedagang. Kami ingin pasar ini kembali hidup dan bisa digunakan sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang pedagang kepada awak media di lokasi.

Kondisi ini menjadi ironi. Di satu sisi masyarakat membutuhkan tempat berdagang yang layak, bersih dan aman, sementara di sisi lain fasilitas pasar justru terkesan dibiarkan tanpa penanganan yang terlihat secara maksimal.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan para pedagang harus menunggu?

Pasar bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada denyut ekonomi masyarakat kecil. Ada pedagang sayur, pedagang ikan, pembeli, buruh angkut dan keluarga yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas jual beli setiap hari.

Jika kondisi pasar terus dibiarkan, bukan hanya persoalan pemandangan yang menjadi masalah. Lebih jauh, hal tersebut berpotensi menghambat perputaran ekonomi masyarakat dan membuat para pedagang semakin sulit mendapatkan tempat usaha yang layak.

Pemerintah daerah Kabupaten Aceh Utara diharapkan tidak hanya melakukan pembenahan ketika persoalan sudah ramai diberitakan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

Apalagi setelah bencana banjir, percepatan pemulihan fasilitas publik semestinya menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kini bola berada di tangan pemerintah. Apakah Pasar Inpres Krueng Mane akan segera dibenahi dan dihidupkan kembali, atau kondisi terbengkalai ini akan terus dibiarkan?

Wartawan media ini akan terus memantau perkembangan kondisi Pasar Sayur dan Ikan Pasar Inpres Krueng Mane serta menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menjawab keresahan para pedagang dan masyarakat.

Fakta di lapangan sudah terlihat. Kini masyarakat menunggu tindakan.

Pewarta : Teuku Saifuddin Alba