Aceh Utara,Jejakkini com – Suasana penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 3 Muara Batu mendadak berubah menjadi penuh kepanikan. Sirene mobil pemadam kebakaran meraung keras dari gerbang sekolah, disusul pengumuman keadaan darurat yang membuat seluruh warga sekolah bergerak cepat menyelamatkan diri.
Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan sigap membawa tas masing-masing dan segera meninggalkan ruang kelas melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Wajah-wajah tegang tampak menghiasi halaman sekolah saat seluruh peserta bergegas menuju titik kumpul. Petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Wilayah Barat Aceh Utara yang telah bersiaga langsung mengambil posisi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
Setelah seluruh warga sekolah berada di titik aman, petugas memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi kebakaran, mulai dari cara tetap tenang, mengenali jalur evakuasi, hingga pentingnya mengikuti arahan petugas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan prosedur evakuasi sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung menghadapi situasi darurat.
Namun, suasana mencekam tersebut ternyata bukan merupakan kejadian kebakaran yang sebenarnya, melainkan simulasi tanggap darurat kebakaran yang diselenggarakan SD Negeri 3 Muara Batu bekerja sama dengan Pos Pemadam Kebakaran Wilayah Barat Aceh Utara. Simulasi ini bertujuan membentuk kesiapsiagaan warga sekolah agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tertib apabila sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran.
Siswa Dilatih Siaga Menghadapi Gempa Bumi
Sebelum kegiatan simulasi kebakaran, SD Negeri 3 Muara Batu juga melakukankan rangkaian edukasi kebencanaan dengan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi.
Pada kegiatan ini, guru di setiap kelas memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Siswa diajarkan untuk tetap tenang, melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh apabila memungkinkan, serta melakukan evakuasi menuju titik kumpul setelah guncangan berhenti dan sirene berbunyi.
Saat sirene dari kantor guru dibunyikan sebagai tanda simulasi dimulai, para siswa langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Sebagian siswa berlindung di bawah meja untuk melindungi diri dari benda yang berpotensi jatuh, sementara yang lainnya bersama guru melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul sesuai jalur yang telah ditetapkan.
Kepala SD Negeri 3 Muara Batu, Marzuki, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui latihan yang dilakukan secara berkala, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana sehingga dapat meminimalkan risiko serta menyelamatkan diri dengan benar.
Kegiatan penutupan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 pun berlangsung dengan penuh makna. Selain mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, mereka juga dibekali pengalaman nyata mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sebagai bekal keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.(TSA)
Editor/admin : Teukujejakkini






