
KOTA SABANG,jejakkini.com, 13 Mei 2026 – Usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-3 di Gedung DPRK Sabang, Rabu siang, Zulkifli H. Adam memberikan penjelasan langsung kepada awak media terkait berbagai agenda perjalanan luar daerah yang dilakukannya dalam beberapa waktu terakhir.
Keterangan tersebut disampaikan kepada Reporter Media Sabang News sebelum Wali Kota kembali menuju Pendopo Wali Kota Sabang sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam penyampaiannya, Wali Kota Sabang menegaskan bahwa seluruh perjalanan ke luar daerah yang dilakukan bukan sekadar agenda seremonial ataupun rutinitas pemerintahan biasa, melainkan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Sabang dalam memperjuangkan berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat demi masa depan masyarakat dan kemajuan daerah.
Menurutnya, membangun Kota Sabang membutuhkan perjuangan besar, komunikasi aktif, serta keberanian untuk terus membuka pintu-pintu koordinasi dengan kementerian, lembaga negara, hingga DPR RI agar berbagai kebutuhan daerah dapat diperjuangkan secara maksimal di tingkat nasional.
“Semua yang saya lakukan adalah untuk Sabang. Banyak program yang harus diperjuangkan langsung ke pusat agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Zulkifli H. Adam.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang sedang diperjuangkan memiliki nilai anggaran miliaran rupiah dan menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari penguatan sektor perikanan, pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bahkan, menurutnya, berbagai komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dilakukan agar Kota Sabang mendapatkan perhatian lebih sebagai kawasan strategis nasional di ujung barat Indonesia.
Salah satu fokus penting yang turut diperjuangkan adalah pengembangan Bandara Sabang sebagai akses vital untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan konektivitas daerah ke depan.
Wali Kota menilai keberadaan bandara yang lebih maju dan representatif akan membuka peluang besar bagi peningkatan jumlah wisatawan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.
“Kalau akses semakin baik, wisatawan akan lebih mudah datang ke Sabang. Dampaknya tentu sangat besar bagi ekonomi masyarakat,” katanya.
Tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, Zulkifli H. Adam juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Kota Sabang sebagai daerah wisata yang bersih, aman, nyaman, religius, dan berbudaya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan keramahan terhadap wisatawan, serta mempertahankan nilai-nilai akhlak dan budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sabang.
Menurutnya, kemajuan sektor wisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur semata, tetapi juga oleh karakter masyarakat dalam menyambut tamu dan menjaga wajah daerah.
“Sabang ini daerah wisata. Kebersihan harus dijaga, akhlak juga harus dijaga. Kita ingin setiap wisatawan yang datang merasa nyaman dan membawa kesan baik tentang Sabang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan bahwa tidak seluruh agenda dan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat dapat langsung dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat karena sebagian masih berada pada tahap pembahasan lanjutan dan proses teknis.
Meski demikian, ia memastikan seluruh langkah yang dilakukan murni demi kepentingan masyarakat dan pembangunan Kota Sabang secara berkelanjutan.
“Kadang ada yang bisa disampaikan, ada juga yang belum bisa dipublikasikan. Tapi yang jelas saya terus berjuang untuk Sabang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat terkait intensitas perjalanan luar daerah yang dilakukan kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir.
Di balik berbagai agenda tersebut, terdapat misi besar Pemerintah Kota Sabang untuk membuka peluang program pusat, mempercepat pembangunan daerah, memperkuat sektor wisata, meningkatkan konektivitas, serta memperjuangkan masa depan ekonomi masyarakat agar Sabang semakin maju, berkembang, dan berdaya saing.
Sebagai kawasan strategis di titik Kilometer Nol Indonesia dan gerbang barat Nusantara, Kota Sabang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat agar mampu tumbuh sebagai destinasi wisata internasional sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Aceh.
Melalui penjelasan langsung tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa setiap perjalanan dan agenda luar daerah yang dilakukan kepala daerah merupakan bagian dari perjuangan nyata demi membawa perubahan besar, kemajuan berkelanjutan, dan masa depan yang lebih baik bagi Kota Sabang.(Eric)






